Pisang goreng termasuk makanan yang fast moving. Maka jika anda ingin menekuni bisnis ini hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk bisa balik modal.
Pisang goreng, makanan kecil ini bukan hanya dapat dijumpai di tukang gorengan pinggir jalan, dengan tampang lecek dan cuma seukuran jari, melainkan juga bisa di temui di hotel berbintang dengan wajah berbedak keju dan cokelat dan harga puluhan ribu, serta nama kebule-bulean.
Sebagai bisnis fast moving, bila ditekuni, omset yang diraup dari cemilan yang rasanya sepat-sepat manis ini, sangat mengiurkan. Contoh, jika dalam sehari kita mampu menjual minimal 500 potong dengan harga Rp 2000/potong, maka dalam sehari kita bisa membukukan omset minimal Rp 1Jt, kata Ery Ashok, kreator pisang goreng Ta Bnana.
Tak pelak, bisnis makanan kecil ini berumbas pula terhadap Ta B'nana, si pisang goreng crispy. Tanggapan konsumen ang sangat baik, berlanjut pada desakan untuk mewaralabakan Ta B'nana. Sejak Juli 2006, pisang goreng yang memiliki keistimewaan garing dan renyah ini, di franchisekan dengan sistem rekanan atau semi fanchise, maksudnya franchise-nya yang kini jumlahnya lebih dari 10 serta tersebar di Jakarta, luar jawa dan Malaysia, hanya diharuskan membeli bumbunya.
Dengan berjalannya waktu, Ta B'nana yang baru saja mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Makanan Kecil dengan Outlet Terbanyak ini, menawarkan franchise secara profesional yaitu franchise fee sebesar Rp 17Jt, tanpa royalty fee, untuk masa dua tahun. Dengan itu, franchise mendapat 5 kg tepung dan 10 kg crispy seharga Rp 20rb/kg, gratis. Jika bahan baku tersebut habis, mereka diharuskan membeli lagi ke franchisor. Kami menjanjikan Return of Investment dalam waktu 2-3 bulan dan profit margin 20-30 %, dengan asumsi 500 pisang terjual perhari, tegasnya. Selain itu, franchisor juga mengajarkan know how nya.
Sebagai bisnis makanan kecil, Ery memberlakukan franchise ini dengan lunak. Misalnya, jika franchisee ingin menyediakan peralatan sendiri, maka franchise feenya dapat dikurangi sebesar Rp 3,5Jt. Demikian pula denga variasi pisang goreng yang dijajakan, franchisee diizinkan menambahi toping sroberi, keju atau cokelat. Untuk harga pisangnya, sejauh ini pisang Ta B'nana dijual dengan harga Rp 2000, tapi bila franchisee mau menjual denga harga lebih mahal karena alasan-alasan tertentu ya silahkan. Yang penting jualan laku, ujarnya. Untuk lokasi outlet juga tidak ada ketentuan mtlak, Yang penting berada di kawasan yang ramai dan dalam bentuk kios agar proses kerjanya lebih mudah. Karena pisang dan peralatan kerjanya kan harus disimpan di tempat itu juga, tambahnya.
Namun, pada kondisi-kondisi tertentu, juga berlaku aturan-aturan tertentu. Kalau menyalahi aturan terlalu banyak ya kami tegur. Misalnya, pada dasarnya Ta B'nana cuma menjual pisang goreng. Kalau mau menjual gorengan lain ya silahkan, tapi jangan gorengan yang membuat minyaknya bau, katanya. Disamping itu, dengan pemberitahuan terlebih dulu, lisensi franchise ini dapat dipindah tangankan. Pada dasarnya, bisnis pisang goreng itu bisnis dengan modal dan resiko kecil. Karena itu, bila berminat, anda dapat menghubungi:
Ery Ashok
Pisang Goreng Pontianak Ta B'nana
Jln. Boulevard Raya TN 2/29
Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara
Telp 021-70743589 atau 08128045939
Browsing dan Dibayar !
Kalau anda melakukan pencarian di google/yahoo, pasti anda tidak akan dibayar. Yang Ini Akan Bayar Anda dengan Cek/PayPal. Sharing profit 50:50. Silahkan gabung disini. Gratis!
